Kemenpor Sosialisasi Sistem Kerja Pegawai

Kemenpora Sosialisasi Sistem Kerja Pegawai

Kemenpora Sosialisasi Sistem Kerja Pegawai. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merupakan salah satu lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam mengatur dan mengembangkan sektor pemuda dan olahraga di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, Kemenpora melakukan sosialisasi sistem kerja pegawai jabatan fungsional di lingkungan Biro Humas dan Umum.

Sosialisasi sistem kerja pegawai jabatan fungsional ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan dan mengedukasi para pegawai mengenai peran dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi di lingkungan Biro Humas dan Umum. Dalam sosialisasi ini, pegawai diberikan pemahaman mengenai tata cara kerja, standar operasional prosedur, dan evaluasi kinerja yang berlaku.

Salah satu tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pegawai mengenai sistem kerja yang berlaku di Kemenpora. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan para pegawai dapat melaksanakan tugas dan fungsi mereka dengan lebih efisien dan efektif. Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pegawai di lingkungan Biro Humas dan Umum.

Selama sosialisasi, para pegawai diberikan penjelasan mengenai struktur organisasi di lingkungan Biro Humas dan Umum. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai peran dan fungsi masing-masing bagian dalam menjalankan tugasnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pegawai memahami tugas dan tanggung jawabnya serta dapat bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kemenpora Sosialisasi Sistem Kerja Pegawai

Selain itu, dalam sosialisasi ini juga diberikan pemahaman mengenai standar operasional prosedur yang berlaku di Kemenpora. Setiap pegawai diharapkan dapat memahami tata cara kerja yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan baik. Dalam hal ini, evaluasi kinerja juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi ini. Pegawai diberikan pemahaman mengenai indikator kinerja yang akan digunakan dalam mengevaluasi kinerja mereka.

Sosialisasi sistem kerja pegawai jabatan fungsional di lingkungan Biro Humas dan Umum ini merupakan bagian dari upaya Kemenpora untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya pemahaman yang baik mengenai sistem kerja, diharapkan para pegawai dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai lembaga pemerintah, Kemenpora juga berkomitmen untuk terus melakukan pembaruan dan peningkatan kualitas kerja. Sosialisasi sistem kerja pegawai jabatan fungsional ini merupakan salah satu langkah konkret dalam upaya tersebut. Melalui sosialisasi ini, diharapkan akan tercipta lingkungan kerja yang lebih baik dan pegawai yang lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.

Kemenpora Sosialisasi Sistem Kerja Pegawai

Secara keseluruhan, sosialisasi sistem kerja pegawai jabatan fungsional di lingkungan Biro Humas dan Umum merupakan langkah yang positif dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di Kemenpora. Dengan adanya pemahaman yang baik mengenai tugas dan tanggung jawab, serta tata cara kerja yang berlaku, diharapkan para pegawai dapat bekerja dengan lebih baik dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Jakarta: Biro Humas dan Umum Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan Sosialisasi Kinerja Jabatan Fungsional di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (22/12) siang. Acara dibuka langsung oleh Kepala Biro Humas dan Umum, Triyono.

Pada sambutanya, Triyono mengatakan terima kasih kepada seluruh pegawai di bawah biro humas dan umum yang sudah hadir untuk mengikuti acara ini. Menurutnya acara ini sangat penting bagi para pegawai yang baru saja memegang amanah jabatan fungsional untuk membantu kinerja ke depan.

“Agenda ini menurut saya sangat penting karena telah keluar aturan bahwa sistem kerja jabatan fungsional per Januari sudah dilakukan. Kalau sudah dilakukan jabatan fungsional, maka nanti larinya akan ke individu masing-masing karena pemilihan angka kredit tergantung dari bapak dan ibu semua,” kata Triyono.

Kemenpora Sosialisasi Sistem Kerja Pegawai

Yang kedua, tambah Triyono menginginkan pertanggungjawaban anggaran di tahun 2023 dapat diselesaikan dengan baik. “Bapak dan ibu sudah menjalankan kegiatan di tahun 2023, jadi saya minta tolong pertanggungjawaban dilihat kembali, kalau ada hal yang masih belum selesai saya harap segera diselesaikan,” harapnya.

Yang ketiga, saya minta kepada teman-teman untuk anggaran dana 2024 yang masih dibintang agar segera koordinasikan dan membuat langkah cepat untuk melengkapi dokumen. “Apa yang kurang segera dilengkapi bersama agar anggaran kita yang dibintang bisa terselesaikan,” tambah Triyono.

Kegiatan Sosialisasi Kinerja Jabatan Fungsional yang diselenggarakan Biro Humas dan Umum ini juga dihadiri Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi Yayat Suyatna, dan pegawai.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis